SEMARANG – Kondisi infrastruktur di jalur nasional Pantura Jawa Tengah kembali menjadi sorotan tajam. Masyarakat, khususnya pengguna jalan di wilayah Kaligawe hingga Genuk, Kota Semarang, mempertanyakan skala prioritas Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dalam melakukan perbaikan jalan.
Melalui unggahan di media sosial yang viral baru-baru ini, warga menyuarakan kekecewaan mereka terhadap kondisi Jalan Raya Kaligawe yang dinilai sudah dalam tahap "hancur lebur". Ironisnya, proyek perbaikan justru terlihat lebih masif dilakukan di jalur Demak-Kudus, yang menurut warga kondisinya tidak sedarurat wilayah Kaligawe.
Kondisi Lapangan yang Memprihatinkan
Berdasarkan pantauan dan laporan warga, beberapa titik kerusakan di ruas Kaligawe meliputi:
Beton yang Terkelupas: Struktur jalan beton (cor) sudah banyak yang pecah dan rompal, menciptakan lubang-lubang tajam yang membahayakan pengendara.
Rawan Kecelakaan: Kondisi jalan yang tidak rata ini sangat berisiko bagi pengendara motor, terutama saat malam hari atau ketika tergenang air.
Masalah Banjir Tahunan: Wilayah Kaligawe merupakan area langganan banjir rob. Warga menilai peninggian jalan di wilayah ini seharusnya menjadi prioritas utama untuk memutus mata rantai kemacetan dan kerusakan akibat air.
Pertanyakan Skala Prioritas BBPJN
Akun media sosial lokal @infokejadian_genuk menyoroti bahwa perbaikan yang dilakukan oleh BBPJN seharusnya tidak "asal-asalan" dan harus mengutamakan aspek kelayakan serta urgensi di lapangan.
"Seharusnya perbaikan Jalan Nasional yang dikerjakan BBPJN tidak asal-asalan... di Jalan Pantura Kaligawe Raya sudah sangat hancur lebur, bahkan cor-corannya sudah pada rompal. Khawatirnya dapat menyebabkan kecelakaan," tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya.
Warga berharap pihak berwenang, khususnya @pu_jalan_jatengdiy, segera memberikan respons konkret. Masyarakat mendesak agar peninggian dan perbaikan permanen di ruas Kaligawe segera dilaksanakan sebelum jatuh lebih banyak korban akibat kecelakaan lalu lintas.
Harapan Pengguna Jalan
Hingga berita ini diturunkan, kepadatan arus lalu lintas di Kaligawe masih sering terjadi akibat kendaraan yang harus melambat untuk menghindari lubang. Warga meminta pemerintah tidak hanya fokus pada jalur penghubung antar kota seperti Demak-Kudus, tetapi juga memperhatikan gerbang masuk ibu kota Jawa Tengah yang kondisinya kian memprihatinkan.






.jpg)









Komentar
Tuliskan Komentar Anda!