Mahasiswa Karawitan ISI Yogyakarta Sukses Gelar Madsinamadan 2025

Mahasiswa Karawitan ISI Yogyakarta Sukses Gelar Madsinamadan 2025

Yogyakarta — Gelaran tahunan Matsina Madan kembali diselenggarakan dengan meriah pada 21 November 2025 dan berhasil mencuri perhatian publik. Acara apresiasi karya maestro karawitan Yogyakarta tersebut menampilkan rangkaian gending pilihan dari setiap angkatan mahasiswa karawitan ISI Yogyakarta, mulai dari angkatan 2022, 2023, 2024, hingga 2025.

Masing-masing angkatan membawakan satu gending karya maestro Jogja sebagai bentuk penghormatan sekaligus pelestarian terhadap kekayaan musik tradisi Jawa. Tahun ini, untuk pertama kalinya acara diselenggarakan secara bersamaan oleh seluruh angkatan dan dihadiri langsung oleh para dosen pengampu karawitan, sehingga suasana terasa lebih hangat dan penuh kekeluargaan.


Penonton Membludak, Melebihi Perkiraan Panitia

Antusiasme masyarakat menjadi salah satu kejutan terbesar dalam Madsinamadan 2025. Sejak sore hari, penonton mulai berdatangan dan jumlahnya terus bertambah hingga melampaui prediksi panitia.

Meski acara berlangsung dalam kondisi hujan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para penonton untuk hadir dan menyaksikan penampilan mahasiswa karawitan. Banyak yang rela berdesakan demi dapat menikmati sajian gending dari para mahasiswa yang tampil dengan penuh totalitas.

Panitia sempat memperkirakan jumlah penonton akan menurun akibat cuaca, namun kenyataannya justru membludak. Kondisi ini menjadi bukti bahwa seni karawitan masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.


Doorprize Meriah di Sela Pergantian Gending

Keberlangsungan acara juga semakin semarak dengan adanya doorprize yang dibagikan saat pergantian gending antarangkatan. Pembagian hadiah dari panitia ini mendapat sambutan riuh dari para penonton dan membuat suasana semakin hidup.


Penutupan oleh Para Dosen dengan Gending Bubaran Udan mas

Sebagai penutup, para dosen karawitan turut naik ke panggung dan memainkan Gending Bubaran Udan mas. Bukan hanya menjadi penanda berakhirnya acara, tetapi juga simbol bahwa seni karawitan diwariskan secara turun-temurun dari guru ke murid.

Penampilan para dosen tersebut mendapatkan tepuk tangan panjang dari seluruh penonton, menjadi momen puncak yang menutup Madsinamadan 2025 dengan penuh kesan.